Apa dan bagai mananya aku tak tau dan aku tak mau tahu apa yang digariskan tuhan terhadap hambanya yang kecil ini.
Dibawah terik matahari yang memanggang pohon dan terotoar jalan, aku terus berjalan dan optimis menjalani kehidupan, ya terang saja kini kau jadi anak perantau, yang enatah apa alasan orang tuaku Mereka menyuruh aku untuk tinggal bersama kakak ku yang ada di Serang sedangkan orang tua ku ada di Indramayu.
Waktu mengikutiku kemana pun aku pergi selalu mengikutiku juga sosok orang tuaku, disekolah pun ibu dan bapak ku selalu ada dalam bayangan ku.
Hari berganti-hari juga minggu berganti-minggu bulan berganti bulan bahkan tahun-berganti tahun tak terasa aku kini tinggal di serang selama kurang lebih 3 tahun. ujian sekolah ku sebentar lagi.
Kini tiba saatnya ujian nasiaoanal (UN).
Seperti biasa aku mengerjakan soal-soal dengan tenang dan penuh keyakinan, di kelas memang aku terkenal aktif, bukan aku menyombongkan diri namun itulah aku, aku tak mau dikatakan orang bodoh.
ujian tingal dua hari lagi, namun dari keluarga ku di Indaramayu menelvon kakak ku agar aku dan kakak ku kesana dengan penuh paksaaan kayanya ada hal yang sangat penting, kakak ku mengajak aku pulang keIndramayu sementara posisi aku disini sedang ujian nasional (UN) dengan berat hati aku menolak ajakan kakak ku untuk pergi keIndramayu, alasan ku sangat jelas posisi aku disina sedang ujian nasional.
Keesokan harinya sedikit agak tercampur fokus pelajaran ku dengan pikiran ku “apakah yang terjadi dirumah...?” Tanya ku dengan penuh kegelisahan.
“ah, mungkin ada urusan keluarga apa lah” pikir ku dengan penuh optimisme.
Namaun di sisi lain kegelisahan ini selalu menghantui pikiran ku aku tidak bias fokus mengerjakan ujian nasional, pikiran ku menarik jiwaku untuk memikirkan hal apa yang terjadi dirumah.
Hari ini hari yang berat pada ku, hari ini ujian matematika sementara kakak ku sudah dua hari di Indramayu apakah aku bias fokus mengerjakan ujian nasional ini, sementara kakak ku disana gak mau mengabarkan hal apa yang terjadi disana pun jaga bapak ibu ku dia tidak mau gak memberikan kabar tentang hal yang terjadi disana.
Ya, nampaknya mereka mengerti tentang keadan ku aku disini, disini aku sedang ujian nasional.
Alhamdulilah, ujian ku telah berakhir, dan aku berdoa kepada allah. “ ya allah semoga lulus ujian dan lindungilah keluargaku disana.”
Sehari setelah ujian. Aku bergegas pergi keIndranayu dengan perasaan cemas dan penasara.
Setibanya aku diIndramayu ibuku memeluk ku dan sedikit tersenyum, namun aku tau dibalik senyumnya yang terpaksa ada kesedihan yang tergambar enatah apa itu.
Itu membuat ku semakin cemas dan pensaran.
"bu apakah yang terjadai ?” Tanya ku dengan wajah cemas.
"Ga ada apa-apa ko nak” jawab ibu, dengan wajah sedikit meringis.
“Nampaknya ada yang ibu sembunyikan pada ku ?” Tanya ku .
“Gak ko na” jawab ibu.
Lalu ibu mengajak ku kesuatu tempat dan aku pun gak tau mau dibawa kemana kah aku setibanya aku ditempat yang ibu maksud ku mata ku ditutup seolah ibu mau memberikan kejutan, entah kejutan apa yang ibu maksud.
Dibawalah aku masuk, sedikit aku mendengar suara tangis kakak ku juga ibu ku.
“ka, kenapa ka ?” tanyaku dengan wajah tertutup.
“Ka lepaskan penutup wajah ini”
Dibukalah tutup mata ku semua anggota keluarga ku menangis disudut pintu, ya sepertinya ini rumah sakit pikir ku. Di buka lah pintu yang sedang ditangisi semua keluarga ku tepatnya itu pintu rumah sakit.
Aku penasaran apa isi dibalik pintu rumah sakit itu setelah ku buka ku lihat ayah ku berbaring dan sudah tak bernafas, aku menangis dan merasa sangat bersalah.
Kesedihan yang sangat mendalam yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Ingn tau kisa selanjutnya aku keluar negri demi menebusi kesalahan ku dan jadi penopang hidup keluarga ku…
Nantikan cerpen berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar