Ketika kau menjelma embun
Keitka kau menjelma embun
Diselaput matamu ada kejernihan
Yang belum sempat aku basuh
Aku ingin kau menemani ku bergualat dengan pagi
Juga rumput-rumput yang meneteskan air mata
Jika kau menawarkan aku embun
Maka ijinkan aku meminumnya
Biarkan aku mabuk dengan seribu kata-kata.
Lapangan begog 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar