Minggu, 06 Maret 2011

puisi

Hujan malam 5 januari

Hujan …
menjelma wajah mu,
wajah yang curam
penuh kegelisahan

dari genting rumah ku
ku tiupkan kebahagiaan
sebagai perumpamaan
angin yang menyelimuti tubuh mu

hujan malam 5 januari
jika hujan adalah teman
lalu mengapa hujan tak mau
menjenguk kita
kita yang sakit


ya,,, hujan 5 januari
aku duduk digubuk dan minum kopi.
Hujan 5 januari






Waringnkurung, 5 januari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar